Betapa saya suka berpikir mengapa bangku kuliah saya berbentuk kursi lipat rangka besi dengan papan kecil sebagai alas untuk menulis. Mengapa bukan sebuah meja besar dan panjang dengan kursi-kursi mengelilinginya. Lalu sang dosen duduk di salah satu kursi, berceloteh jenaka hingga murid-murid terpingkal.
Haha, iya, itu yang saya pikirkan ketika mengikuti kelas menggambar dengan teknik tracing seminggu yang lalu. Sebagai instruktur, R.E Hartanto duduk di tengah-tengah kami. Mengenakan kaos hitam dan kacamata. Ketika baru bertemu, kami semua berjabatan dan ia hafal nama kami semua. Super!. Membuat gambar dan celetukan riang yang sangat ‘seni banget’ seperti ‘di-Warhol-keun’ yang maksudnya dibuat seperti karakter gambar karya seniman Andy Warhol :p. Lalu beberapa menit kemudian mengaduk-aduk cangkir kopi robusta-nya sementara kami fokus menimpa gambar dengan ujung pena atau pensil masing-masing. Ahh, senangnya.
