Aku tidak tahu kapan tepatnya sosok itu berada di sisi berseberangan di gang yang sama. Tetapi saat sudut mata menyapu, ia sudah ada di sana dan JalanĀ Caringin seketika menjadi panggung dengan lampu menyorot kami berdua saja. Aku di sisi kiri dua meter di belakang. Menyaksikan coat warna hijau army melenggang dengan ritme yang sama dengan langkahku. Celananya jeans hampir skinny, dilipat di ujung. Menggendong ransel kulit hijau tosca pastel.
“He must be an ugly guy,” ujarku pelan saja sambil terus berjalan mengamati kepulan asap rokok melewati capuchon-nya.
Dan, haha..maaf tebakanku sedikit salah. Sebab saat ia menyeberang, ia memalingkan wajahnya ke belakang oenuh waspada. Haha, sori mas!