Do you know? Deadline really has a different meaning for me. Several minutes prior to deadline, it is the time when my brain’s turning on. Deadline adalah jam 11 siang tadi. Baru pada saat itu gue bisa ‘ngeh’ aku harus ngetik apa. Dem you!

Lalu jam setengah 12 aku beranjak dari kostan, jalan ke depan gang, memanggil ojek, membuat si tukang ojek kepanasan demi menunggu proses printing dan photocopying.

Meluncur ke Fakultas yang baru saja ganti nama menjadi Fakultas Ilmu Budaya. Aku belum bikin janji sama dospem 2, jadi berniat menyerahkan draft saja. Punggung wanita itu terlihat sedikit dari celah pintu ruangannya. Sedang menghitung tumpukan lembar-lembar biru. Ah, wanita yang sangat kudambakan….dari mulutnya terlontar kalimat “Wah, skripsi kamu menarik. Saya punya banyak buku-buku tentang ini yang bisa kamu pinjam” atau “Oke, kamu boleh sidang”. Hahaha..

Aku mengendap masuk..

“Ibu, saya mau kasih draft :)”

“Iya, taruh di situ,” ia menunjuk wadah komputer jinjingnya.

“I, iya bu. Makasih bu. Oiya bu? kapan saya bisa bimbingan lagi, bu?”

“Nanti yah, saya belum bisa ngasih janji”

“Oh gitu bu. Yaudah, terima kasih”

OOOoooohh„tai sekali.

Kata temanku, dosen itu memang tai. Dan kita juga harus jadi tai, karena ditai-taiin sama dosen.