Aku belajar untuk tidak banyak bertanya.
Aku belajar untuk tidak mempermasalahkan hal-hal yang (kau anggap) tak penting.
Aku belajar untuk tidak berpikir terlalu jauh.
Aku belajar untuk mengerti.
Aku belajar untuk menahan sakit.
Tidak bertanya siapa dirimu, apa yang kau rasa, siapa dirinya, dan mengapa tak kau kabari aku.
Tidak mempermasalahkan mengapa kau tidak balas pesanku, atau mengapa kau memilih puluhan mil untuk bisa bertemu dengannya.
Mengerti betapa banyak waktu yang kau butuh dalam sehari.
Aku belajar untukmu.
Siapa bilang belajar hanya bisa dari bangku sekolah, dari bapak ibu guru yang arif bijaksana?